Fenomena caleg stress seperti tahun
2009 belakangan makin disoroti menjelang PEMILU Legislatif 2014 yang akan
dijelang tanggal 9/04/2014. Menurut Metro Realitas, fenomena caleg stress 2009
yang berobat ke berbagai pengobatan alternatif menjadi sorotan. Menariknya
sepertinya banyak orang yang sudah menduga akan terjadinya hal ini karena
mungkin beberapa hal sudah bisa diduga.
Walaupun kesehatan jiwa menjadi
salah satu syarat dalam pengajuan diri menjadi caleg, sudah bukan rahasia lagi
kalau semua itu hanyalah formalitas. Keputusan partai lebih menjadi yang utama
dalam penentuan caleg yang diusung partai. Jadi walaupun mungkin si caleg ini
secara kesehatan jiwa kurang baik, kalau dia merupakan pilihan partai maka dia
akan tetap melenggang dalam pencalegan.
Sudah duluan sakit jiwa
Kalau kita perhatikan para pejabat
public saat ini yang tidak ragu untuk melakukan korupsi dan tidak merasa
bersalah melakukan korupsi, sebenarnya mereka sudah mengalami gangguan jiwa.
Orang yang tidak berempati, tidak merasa bersalah jika melakukan perbuatan
jahat (contohnya sudah jadi tersangka pun masih bisa senyum-senyum di layar TV)
dan malahan mengulangi perbuatannya lagi, identik dengan ciri gangguan
kepribadian antisosial yang lebih awam kenal dengan istilah Psikopat.
Entah sudah dari sebelum jadi
pejabat atau ciri kepribadian itu berkembang menjadi lebih kuat setelah jadi
pejabat tidak ada yang bisa memahami pasti. Intinya sebenarnya walaupun disebut
sebagai pejabat publik, perbuatan korupsi adalah perbuatan jahat yang mencuri
bukan haknya. Jadi sebenarnya sama saja dengan perampok dan maling yang kita
kenal sehari-hari dalam kehidupan. Lebih jahatnya lagi yang dirampok para
koruptor ini adalah uang rakyat bersama-sama bukan milik individu saja.
Uang seolah telah menjadi modal
utama untuk merebut simpati selain memang proses pencalonan dan kampanye yang
banyak menyedot uang para kandidat tersebut. Tidak heran apa yang dikeluarkan
oleh para kandidat caleg atau kepala daerah itu ingin mereka kembalikan lagi
(balik modal) setelah meraka terpilih. Iklim korupsi menjadi semakin subur dan
inilah fenomena yang terjadi di demokrasi kita saat ini.
Kita masih menunggu datangnya
demokrasi yang baik dan sistem politik yang mampu mendewasakan bukan hanya
caleg tapi juga rakyat pemilih. Kita berharap bahwa ke depan hal-hal yang
terjadi saat ini bisa berkurang dan para caleg semakin sadar bahwa menjadi
caleg bukan sekedar bermodalkan uang tetapi juga kesehatan jiwa yang baik agar
jika pun kalah mereka dapat menerimanya dengan sepenuh hati dan tetap bekerja
demi kemajuan bangsa. Bukan malah menjadi biang rebut dan kerusuhan yang
kerjanya selalu memprovokasi rakyat. Semoga segera terjadi. Selamat memilih
Caleg yang baik. Salam Sehat Jiwa.
Ruangan
Khusus Buat Caleg Stress
Lain
halnya di Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat,
menyiapkan ruangan khusus untuk para calon legislatif yang mengalami stres atau
depresi akibat gagal dalam Pemilihan Umum Legislatif 9 April 2014.
Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Purwakarta Diky Darmawan di Purwakarta, Selasa, mengatakan, potensi calon legislatif (caleg) yang mengalami stres atau depresi akibat gagal dalam Pemilu Legislatif tetap ada. Karena itu pihaknya menyiapkan ruangan dan pelayanan khusus untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Ada tiga ruangan khusus yang kami siapkan untuk menangani para caleg yang stres atau depresi. Ruangannya terpisah dengan ruang perawatan pasien umum," katanya.
Ia mengatakan, model pelayanan bagi caleg yang mengalami depresi itu adalah rawat jalan dan rawat inap. Bagi caleg depresi yang akan menjalani rawat jalan disiapkan poliklinik dan dokter kejiwaan. Untuk rawat inap, nantinya para caleg akan dirawat di ruang dan dokter khusus dengan fasilitas kamar VIP.
Pihak RSUD Bayu Asih Purwakarta menyiapkan pelayanan dan ruangan khusus bagi caleg yang mengalami depresi, sebagai bentuk antisipasi jika di daerahnya terdapat caleg gagal terpilih kemudian mengalami stres.
"Saat ini ruangan khusus dan pelayanan untuk para caleg yang stres itu sudah dibuka hingga beberapa hari ke depan," kata dia.
Jumlah caleg yang memperebutkan suara untuk 45 kursi di DPRD Purwakarta pada Pemilu Legislatif 2014 mencapai 500 orang
Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Purwakarta Diky Darmawan di Purwakarta, Selasa, mengatakan, potensi calon legislatif (caleg) yang mengalami stres atau depresi akibat gagal dalam Pemilu Legislatif tetap ada. Karena itu pihaknya menyiapkan ruangan dan pelayanan khusus untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Ada tiga ruangan khusus yang kami siapkan untuk menangani para caleg yang stres atau depresi. Ruangannya terpisah dengan ruang perawatan pasien umum," katanya.
Ia mengatakan, model pelayanan bagi caleg yang mengalami depresi itu adalah rawat jalan dan rawat inap. Bagi caleg depresi yang akan menjalani rawat jalan disiapkan poliklinik dan dokter kejiwaan. Untuk rawat inap, nantinya para caleg akan dirawat di ruang dan dokter khusus dengan fasilitas kamar VIP.
Pihak RSUD Bayu Asih Purwakarta menyiapkan pelayanan dan ruangan khusus bagi caleg yang mengalami depresi, sebagai bentuk antisipasi jika di daerahnya terdapat caleg gagal terpilih kemudian mengalami stres.
"Saat ini ruangan khusus dan pelayanan untuk para caleg yang stres itu sudah dibuka hingga beberapa hari ke depan," kata dia.
Jumlah caleg yang memperebutkan suara untuk 45 kursi di DPRD Purwakarta pada Pemilu Legislatif 2014 mencapai 500 orang
Tarif
Kamar
Hal ini dikatakan Direktur RSJ Menur Surabaya dr Adi Wirachjanto kepada wartawan di kantornya, Senin (7/4/2014).
"Pada saat Pileg 2009 lalu ada empat orang pasien caleg stres rawat inap dan lima orang pasien caleg rawat jalan. Saya harap pada Pileg kali ini, caleg yang stres bisa menurun jumlahnya. Kalau membludak, RSJ Menur siapkan 35 tempat tidur, kalau kurang mungkin bisa ke RSJ Lawang," ujarnya.
Semua kamar caleg stres berada di Paviliun Ruang Perawatan Puri Anggrek RSJ Menur Surabaya. Kelas VVIP terdiri dari 2 tempat tidur, kamar mandi dalam, AC, TV dan bed untuk penunggu keluarga.
Kelas VIP terdiri dari 2 tempat tidur, fasiltas sama dengan VVIP hanya tanpa bed penunggu. Lima kamar untuk kelas Utama I (ada dua tempat tidur tanpa AC alias kipas angin dan kamar mandi dalam).
Untuk kelas Utama II dan Utama III hanya ada fasilitas kipas angin saja dan kamar mandi di luar.
"Untuk harganya Rp 570 ribu/hari bagi pasien kelas VVIP, Rp 370 ribu/hari kelas VIP, Utama I Rp 250 ribu/hari, Utama II Rp 225 ribu/hari dan Utama III Rp 200 ribu/hari," tuturnya.
Dia menjelaskan perawatan bagi caleg stres akan dilakukan tidak lebih dari dua minggu sehingga sembuh
Sumber : Berbagai Sumber terpercaya
Artikel Terkait



0 Response to "Batas Tipis Antara Sukses Jadi Caleg Dan Sukses Jadi Orang Sakit Jiwa"
Posting Komentar